↓
“Jawaban terindah pada pemfitnah: “Jika kau benar, semoga Allah mengampuniku. Jika kau keliru, semoga Allah mengampunimu.”
Jawaban terbaik pada penghina dan pencela kehormatan: “Yang kaukatakan tadi sebenarnya adalah pujian; sebab aslinya diriku lebih mengerikan.”
Jawaban teragung pada caci maki dan kebusukan: “Bahkan walau ingin membalas, aku tak kuasa. Sebab aku tak punya kata-kata keji dan nista.”
Terjawablah pujian: “Moga Allah ampuni aib yang tak kautahu; tak menghukumku sebab sanjungmu; dan jadikanku lebih baik dari semua itu.”
Jawaban termulia pada yang memuji: “Semoga Allah ampuni yang tak kau ketahui, semoga doamu membaikkan diriku dan dirimu.””
↓
“jujur,
mungkin akan masih ada air mata,
saat kita berpura-pura.
saat diamnya kita,
hati masih luka.
namun,
air mata dan luka saat itu,
akan hanya semakin mengurangkan rasa dan beban,
bukan sebaliknya menambahkan,
kerana kita sudah mula percaya dan yakin,
bahawa ketentuan-NYA adalah lebih baik,
dan kehendak-NYA adalah lebih utama.”
↓
“pada akhirnya semua orang yang mencari cinta akan kembali kepada Tuhan. kerana setelah lelah mencari cinta dia akan sedar, dia cuma boleh meminta cinta dari Tuhannya.”
↓
“When theres someone
Whom Allah sent to you
That really tested you in thousand of ways
The one and only word that I could say
Is only AstagfirullahalAdheem
When theres someone
Whom Allah sent to you
That really cause you pain in billion of ways
The one and only word that I could say
Is only AstagfirullahalAdheem
When there’s someone
Whom Allah sent to you
That really crush your heart into countless pieces
The one and only word that I could say
Is AstagfirullahalAdheem
For perhaps
It all happened due to my sins
And none other reasons
O Allah forgive my sins
O Allah open my heart to You only
Be not sad. For Allah is with you
;)”
↓
“Belajar percaya dan yakin,
Bahawa tidak ada “sad ending”.
Yang ada cuma kebahagiaan yang ditangguhkan.
Sama ada diganti dengan yang lebih baik.
Atau disimpan sehingga tiba saat dan masa yang sesuai.
Mudahnya,
kalau ia adalah ketentuan dan kehendak Tuhan,
Maka apakah yang menyedihkan?”
↓
“Kebahagiaan sebenar,
bukan sentiasa dengan mendapatkan,
apa yang kita inginkan.
Kalau dapat,
Tanpa redha.
Tanpa kasih sayang.
Tanpa rahmat.
Bagaimana mungkin akan ada bahagia?”